ASI Eksklusif, Langkah Awal menjadi Anak Sehat Setiap Saat

Terkait dengan tema Hari Kesehatan Sedunia Ke-57, Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, menyampaikan sebuah presentasi dengan judul diatas.

Presentasi beliau diawali dengan pemutaran sebuah video. Pada adegan pertama, digambarkan seorang bayi yang baru saja lahir, setelah dipotong tali pusarnya, dan dibersihkan secukupnya langsung diletakkan diatas perut ibunya. Yang terjadi selanjutnya cukup mengejutkan, bayi yang bahkan belum berumur 30 menit itu perlahan-lahan merangkak ke arah payudara sang ibu dan berusaha mencari puting susu. Tanpa bantuan dari siapa pun.

Adegan kedua menggambarkan bayi yang dilahirkan dengan prosedur standar, setelah lahir langsung dipisahkan dari sang ibu, dimandikan dan lain sebagainya. Setelah itu barulah si bayi diberikan pada ibunya. Walaupun bayi diletakkan diantara payudara sang ibu, namun bayi tersebut hanya diam saja. Ia tidak bergerak aktif seperti bayi pertama.

Pelajaran yang dapat diambil dari video ini adalah, bahwa bayi baru lahir mempunyai naluri yang cukup kuat untuk menyusu. Namun jika bayi dipisahkan terlalu lama dari sang ibu, naluri ini pun melemah. Dianjurkan kepada para ibu agar menyusui bayinya sesegera mungkin. Terutama pada 30 sampai 60 menit pertama kelahiran bayi. Hal ini perlu karena ASI memiliki peranan yang sangat penting terkait dengan kekebalan bayi.

Hasil penelitian membuktikan bahwa ASI adalah cairan hidup yang mengandung nutrisi dan sel-sel hidup : immunoglobulin, lekosit, lactoferin. Komponen nutrisi yang tergabung dengan sifat immunitas dan anti alergi, membuat ASI merupakan fondasi ideal bagi kesehatan bayi yang optimal.

Ada beberapa anti infeksi yang terdapat dalam ASI :
• Immunitas Seluler : macrophage, T dan B celss, granulosit, lekosit ASI.
• Immunitas Humoral/Immunoglobulin : IgA, IgG dan IgM
• Anti infeksi :
– SIgA melabur usus
– Lactoferrin, mengikat besi mencegah pertumbuhan E Coli
– Lysosim enzyme yang bersifat bakterisida
• Anti inflamasi, hormone, growth factors, substansi bio aktif lain seperti : complement factor, Bifidus factors melindungi dengan membuat suasana asam, menghambat lactobacilli.

Selain itu, terdapat pula beberapa keuntungan ASI :
1. Kualitas dan kuantitas optimal.
2. Komposisi berbeda dari Ibu ke Ibu.
3. Komposisi berubah setiap saat, sesuai dengan kebutuhan bayi saat itu.
4. Komposisi berbeda dari hari ke hari/saat ke saat.
Keuntungan ASI meningkat sejalan lamanya pemberian ASI. ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama 6 bulan pertama hingga usia 2 tahun.

Dari uraian diatas tergambar jelas betapa pentingnya peranan ASI dalam membentuk kekebalan tubuh bayi sejak dini. Jika ASI eksklusif telah memasyarakat, dengan sendirinya tentu tingkat kematian neonatal akan berkurang.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



  • %d blogger menyukai ini: