Awas, Jamur di Kulit Bayi

Walau tidak berakibat fatal, infeksi jamur ini sebaiknya segera diatasi. Sebab, kesehatan dan kebersihan tubuh bayi Anda jadi taruhannya.

Sebenarnya, infeksi jamur pada kulit bisa dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal usia. Meski begitu, bayi biasanya relatif lebih rentan terinfeksi jamur ketimbang orang dewasa. Ini antara lain karena kulit bayi, terutama yang lahir kurang bulan (prematur), lebih tipis. Nggak heran kalau masih kurang kuat melindungi tubuh.

Bisa karena bakat

Timbulnya infeksi jamur ini bukan tanpa gejala. “Biasanya, gejala yang timbul berbeda-beda, tergantung pada lokasi terjadinya infeksi dan jamur penyebabnya. Misalnya, gejala infeksi jamur yang menyerang kepala tentu saja lain dengan yang menyerang kaki,” kata dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK, Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia , FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta .

Bahkan, dr. Titi melanjutkan, karena jamur yang jadi biang keladi infeksi beda-beda, maka gejala infeksi yang menyerang kepala si kecil bisa saja beberapa macam. Untuk gampangnya, jenis jamur yang sering menginfeksi kulit dapat dikelompokkan menjadi tiga (lihat boks “Kenali Jenis Jamurnya”).

Yang menarik adalah, faktor kerentanan bawaan atau bakat perlu pula jadi perhatian. Bukan apa-apa. Ada bayi/anak yang lebih mudah terinfeksi jamur ketimbang teman sebayanya. Para ahli menduga, ini ada hubungannya dengan jenis keringat si kecil. Mungkin saja, keringatnya lebih berlemak sehingga mudah kena infeksi kulit seperti panu.

Beda usia, beda gangguan

Yang pasti, infeksi jamur yang terjadi pada bayi dan anak tidak sama. Mana yang lebih sering menyerang bayi? Umumnya sih, infeksi jamur jenis candida. “Hanya saja, ini merupakan infeksi sekunder. Jadi, infeksi pada lipatan paha dan bokong si kecil timbul karena sebelumnya sudah ada eksim popok yang berlangsung agak lama. Sampai lebih dari 3 hari!

Eksim popok adalah radang kulit pada daerah yang tertutup popok, serta ditandai dengan ruam, gelembung atau lecet dan biasanya amat gatal. Nah, kulit yang lembap dan peradangan (kerusakan jaringan) akan mempermudah terjadinya infeksi jamur,” tutur dr. Titi.

Pada anak yang lebih besar, infeksi jamur jenis ini banyak terjadi pada anak yang bertubuh gemuk. Selain banyak lipatan di ketiak atau paha, si kecil kan sering berkeringat. Makanya, kulitnya sering lembap. “Bila anak tinggal di negara beriklim tropis (panas dan lembap), seperti Indonesia, wah.. penyakit kulitnya akan tumbuh dengan subur,” sambungnya.

Basmi dulu jamurnya

Penanganan infeksi jamur kulit memang tergantung pada penyebabnya. Cuma saja, jika ada ruam (bintil-bintil merah) pada kulit bayi, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter. Yang penting, Anda harus tahu dulu penyebab gangguan kulit si kecil. Gara-gara jamur atau bukan?

Bila si kecil hanya terkena eksim popok, biasanya dokter tidak perlu memberi obat antijamur. Kalaupun penyebab gangguannya benar-benar jamur, harus dicari tahu dulu jenisnya. “Penampakan infeksi suatu jamur kadang-kadang mirip dengan infeksi jamur lain. Jadi, penanganannya harus ekstra hati-hati. Jika sampai obatnya salah, penyakit si kecil tidak akan sembuh-sembuh,” ujar dr. Titi.

Dokter Titi mengingatkan, untuk mencegah agar penyakit kulit bayi Anda tidak kambuh lagi, faktor pendukungnya harus diperhatikan (lihat boks “Agar Tidak Kambuh Lagi” ).

Hati-hati, infeksi bisa meluas

Memang, infeksi jamur yang dibiarkan berlarut-larut tidak akan berakibat fatal pada si kecil. Infeksinya bisa meluas. Kalau sudah begini, proses penanganan bayi butuh biaya lebih banyak dan waktu yang lebih lama. “Padahal, normalnya, infeksi jamur candida sembuh dalam waktu seminggu. Tentu saja, ini ada syaratnya, yakni asal faktor-faktor pendukungnya diperhatikan,” ujar dr. Titi.

Bagaimana infeksi jamur lainnya? Umumnya, butuh waktu penanganan yang lebih lama lagi. Minimal 2 minggu.

5 Komentar

  1. promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://www.infogue.com
    http://penyakit.infogue.com/awas_jamur_di_kulit_bayi

  2. kalau penanganan panu pada balita gimana

  3. Bp/Ibu Calvin, terima kasih kunjungannya. Saya sharing sedikit.
    Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, biasanya pada lipatan kulit bayi yang agak gemuk.
    Cara mengobati:
    1. Pencegahan, itu yang terpenting.
    2. Hindari pemakaian popok sekali pakai/celana sekali pakai berplastik selama iritasi.
    3. Kompres daerah yg terkena iritasi dengan waslap dan hindari penggunaan bedak untuk sementara waktu. lap dengan handuk bila berkeringan (Jangan digosok)
    4. Gunakan krim pelembab khusus bayi bila kulit terlihat bersisik.
    5. Konsultasikan dengan dokter anak.
    Demikian sharing kami semoga menjawab pertanyaan ibu dan semoga buah hatinya lekas sembuh.

  4. saya pnya adik berumur 4 bulan, pipi adik saya merah dan gatal, lama kelamaan jadi tambah parah dan jadi seperti koreng, mungkin ga ya tu infeksi krna jamur dan bagaimana cara penanganannya?
    terima kasih
    Yanti

  5. Kemungkinan itu ada saja. Lebih baik periksakan ke dokter/akhinya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



  • %d blogger menyukai ini: