Pernak pernik NPWP dan Sunset Policy

Pernak Pernik NPWP dan Sunset Policy:

1. PEMBERIAN NPWP BAGI KARYAWAN (SE-59/PJ./2008)

http://safir78.wordpress.com/2008/11/11/se-59pj2008-pemberian-npwp-bagi-karyawan/

2. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

http://safir78.wordpress.com/2008/11/11/penghasilan-tidak-kena-pajak-ptkp/

3. TENTANG KEWAJIBAN PEMILIKAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK
DALAM RANGKA PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN

http://safir78.wordpress.com/2008/11/11/35pj2008-tentang-kewajiban-pemilikan-nomor-pokok-wajib-pajak-dalam-rangka-pengalihan-hak-atas-tanah-danatau-bangunan/

4. Pernak-Pernik Sunset Policy

http://safir78.wordpress.com/2008/11/11/sunset-policy/

Sumber: safir78.co.nr

Iklan

Asuransi Dana Pendidikan

Asuransi Dana Pendidikan (Prulink Assurance Account (PAA)

Mengingat betapa mahalnya biaya pendidikan saat ini (Bagaimana 5-10 tahun mendatang?) kami memperkenalkan Tabungan Dana Pendidikan bagi putra-putri buah hati anda.

Hanya dengan menabung Rp.16,000,-/hari atau Rp.500.000,-/bulan selama 10 Tahun maka MANFAAT yang akan diperoleh;

  1. Dana Pendidikan pada usia anak 6 tahun ±Rp 27.955.000,-
  2. Dana Pendidikan pada usia anak 12 tahun ±Rp 104.430.000,-
  3. Dana Pendidikan pada usia anak 15 tahun ±Rp 153.486.000,-
  4. Dana Pendidikan pada usia anak 15 tahun ±Rp227.977.000,-

Manfaat Tambahan lainnya:

  1. Fasilitas Rawat Inap / ICU Untuk anak (Rawat Inap RP 360.000,-/hari, ICU Rp.720.000,-/hari , Pembedahan Rp. 1.000.000,-/tahun)
  2. Jika ayah/ibu terkena salah satu dari 33 jenis kondisi kritis (jantung, strok, kanker, dll) maka tabungan akan ditambahkan sebesar Rp. 6.000.000,-/bulan hingga usia anak 25 tahun oleh PAA
  3. Jika Ayah/Ibu terkena Cacat Tetap Total maka tabungan akan ditambahkan sebesar Rp. 6.000.000,-/bulan hingga usia anak 25 tahun oleh PAA
  4. Jika Ayah/Ibu meninggal dunia maka tabungan akan ditambahkan sebesar Rp. 6.000.000,-/bulan hingga usia anak 25 tahun oleh PAA
  5. Jika tertanggung meninggal sebelum usia 99 tahun maka akan diberikan Uang Pertanggunan sebesar Rp. 132.000.000,- (+) ditambah Nilai tunai yang masih ada.

Catatan Ilustrasi:

Usia Anak 1 Tahun, Usia Orang tua 30 th, besar Tabungan Rp. 500.000,- per bulan.

sumber: safir78.co.nr ; prusafir78@yahoo.co.id

Bayi Butuh Vitamin K

Bayi Butuh Vitamin K

Bayi baru lahir membutuhkan vitamin ini untuk mencegah terjadinya perdarahan.

Vitamin yang satu ini memang kalah populer dibandingkan vitamin lain. Padahal, perannya amat penting, khususnya bagi bayi baru lahir. Kekurangan (defisiensi) vitamin K dapat menyebabkan terjadinya perdarahan.

Sayangnya, walau pemberian vitamin K ini sangat sederhana (melalui suntikan atau diminumkan), hal ini belum dilakukan oleh semua penolong persalinan. Padahal, jika perdarahan terjadi di otak, misalnya, maka bayi yang bersangkutan tak bisa tumbuh normal karena telanjur cacat.

Banyak sumber, tapi…

Vitamin K mampu membantu mengatasi perdarahan sebab ia berperan dalam proses penggumpalan darah (koagulation vitamin). Sampai saat ini, dikenal tiga bentuk vitamin K, yaitu:

  1. Vitamin K 1 (phylloquinone) yang terdapat pada sayuran hijau.
  2. Vitamin K 2 (menaquinone) yang disintesa oleh flora (keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan) di usus kita.
  3. Vitamin K 3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik (tiruan dari yang terdapat di alam).

Mengapa bayi baru lahir berisiko mengalami mengalami kekurangan vitamin K? Perlu Anda tahu, dalam tubuh manusia terdapat sekitar 13 faktor yang membantu proses pembekuan darah (koagulan). Di antaranya adalah faktor koagulan II, VII, IX, dan X yang bergantung pada cukup atau tidaknya kadar vitamin K dalam tubuh.

Nah, ketika bayi baru lahir, secara fisiologis kadar faktor koagulan yang bergantung dari vitamin K itu menurun dengan cepat, dan mencapai titik terendah pada usia 48–72 jam. Kemudian, faktor itu akan bertambah secara perlahan selama beberapa minggu, tetapi masih tetap di bawah kadar yang dimiliki orang dewasa.

Salah satu sebab rendahnya kadar vitamin K pada bayi baru lahir adalah karena selama dalam rahim, plasenta biasanya tidak siap menghantarkan lemak dengan baik (padahal vitamin K larut dalam lemak). Selain itu, saluran cerna bayi baru lahir masih steril, sehingga tidak dapat menghasilkan vitamin K yang berasal dari flora di usus. Ditambah lagi, asupan vitamin K dari ASI pun biasanya rendah.

Waspadai gejalanya

Gangguan perdarahan akibat defisiensi vitamin K memang tak terlalu sering terlihat, karena datanya sering tidak tercatat. Tapi, bukan tak mungkin jika pada bayi yang tampaknya sehat, tiba-tiba muncul gejala yang mengkhawatirkan, antara lain:

  1. Terjadi perdarahan pada tali pusat, hidung, mulut, telinga, saluran kemih atau anus.
  2. Memar tanpa sebab (bukan karena terantuk benda).
  3. Tinja atau muntah berwarna kehitaman.
  4. Terjadi perdarahan pada bekas pengambilan darah sampai lebih dari 6 menit, padahal bagian tersebut sudah ditekan.
  5. Jika terjadi perdarahan di otak, bayi tampak pucat, menangis melengking, muntah-muntah, pandangan mata kosong, demam, ubun-ubun tampak menonjol, kadang tampak kuning, akhirnya diikuti dengan kejang.

Angka kematian pada mereka yang terkena gangguan perdarahan akibat defisiensi vitamin K ini sekitar 10-50%, sementara angka kecacatan adalah 30-50%. Itu sebabnya, semua bayi baru lahir harus mendapat tambahan vitamin K.

sumber: unknow

Cara menangani luka si kecil agar dia merasa lebih baik

Cara menangani luka si kecil agar dia merasa lebih baik

Tak bisa dipungkiri, para mama memiliki sentuhan ajaib terhadap luka ‘kecil’ anak. Daya magis itu bisa kok Anda tingkatkan saat merawat lukanya, sehingga ia cepat pulih.

Bersihkan area luka dengan air (suhunya yang nyaman bagi anak ya) untuk membersihkan luka dari serpihan kotoran. Lalu, bersihkan area luka di bawah aliran air selama setidaknya 90 detik (bukan selama 10-15 detik seperti yang biasa kita lakukan) untuk menyingkirkan semua bakteri. Tekanan dari air juga penting untuk membunuh kuman-kuman. Jika tidak ada kran air di sekitar Anda, gunakan tissu basah atau air mineral dalam botol sampai Anda menemukan kamar mandi.

Basuh luka secara lembut dengan sabun dan air.

Atau, dalam keadaan darurat, gunakan cairan pencuci piring atau sabun cair yang aman untuk bayi. Kalau Anda punya pembersih anti bakteri, pakai saja (jangan setiap hari ya, sebab lama kelamaan bakteri jadi kebal. Sementara ini, anti bakteri memang paling pas untuk membasmi kuman).

Tepuk-tepuk sampai kering dengan kain atau tissu.

Jika luka masih mengeluarkan darah, tekan area luka selama 5 menit. Anda pasti penasaran, namun jangan diintip-intip dulu ya. Melepas kain atau tissu sebelum darah membeku bisa membuat darah mengalir makin cepat. Jika darah masih keluar, tekan lagi area luka selama 5 menit. (Jika aliran darah tak juga melambat setelah 10 menit, segera cari bantuan medis. Lihat boks “Kapan ke dokter?”).

Jangan menggosokkan alkohol, hidrogen peroksida atau obat merah untuk membasmi kuman.

Ketiga bahan ini bisa membuat luka terasa perih atau terbakar. Plus, alkohol membuat kulit jadi kering (yang bisa memperlambat pemulihan), sedangkan hidrogen peroksida menghambat pertumbuhan sel-sel sehat. Jadi? Sabun dan air saja sudah cukup kok.

Oleskan salep antibiotika.

“Lakukan setelah luka dibersihkan dan setiap kali Anda mengganti perban atau plester pembalut luka,” kata Julie Winfield, M.D., dokter anak spesialis dermatologi di San Fransisco. Ia merekomendasikan sebaiknya pilih salep yang mengandung bacitracin (lihat labelnya).

Jangan biarkan luka terbuka.

Hal ini akan menimbulkan koreng, memperlambat proses pemulihan kulit, dan meningkatkan risiko terkena infeksi dan meninggalkan  bekas luka. Lalu, anak-anak kan paling senang mengutak-atik korengnya, sehingga luka akan kotor dan terbuka lagi. Padahal, luka yang terpapar sinar matahari akan lebih lama merah dan merusak sel-sel kulit baru selama proses pemulihan.

Nah, perlindungan yang diberikan perban atau plester pembalut luka (oksigen bisa masuk dan kelembapan kulit tetap terjaga) adalah lingkungan terbaik untuk regenerasi kulit baru. Karenanya, jaga agar luka si kecil tetap tertutup sampai benar-benar sembuh.

Periksa luka setiap hari (sebaiknya gunakan plester transparan, sehingga Anda tak perlu sering-sering membuka dan menggantinya dengan yang baru). Lalu, segera ganti plester begitu basah, kotor, atau agak lusuh.

Kalau anak Anda senang membuka plesternya, pilih merek yang tahan air, karena plester ini biasanya lebih tipis dan lebih sulit dibuka. Untungnya lagi, plester ini transparan, sehingga Anda gampang memeriksa kesembuhannya.

Minta suntikan tetanus, terutama jika luka anak terjadi akibat tusukan benda tajam.

Dan, luka seperti ini paling sering dialami oleh kaki anak! Luka jenis ini akan memudahkan tetanus, bakteri yang menyebabkan penyakit yang melemahkan tubuh, masuk dalam aliran darah. Anak usia 4 tahun atau kurang yang telah menerima vaksin kombinasi DTaP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis) sebanyak 4 kali sudah terlindungi. Tapi, jika si kecil berusia di atas 4 tahun dan belum mendapat suntikan ulangan DTaP (antara usia 4-6 tahun), atau berumur 10 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuhnya bisa melemah. Tanyakan pada dokter anak apakah sudah saatnya bagi anak untuk mendapat vaksinasi baru.

Kapan ke dokter

Segera hubungi dokter anak — yang mungkin meminta Anda segera membawa anak ke UGD — jika salah satu gejala ini timbul:

  1. Luka masih berdarah, walau Anda telah menekannya dengan kain atau tissu lebih dari 10 menit.
  2. Lukanya cukup dalam, sehingga mungkin perlu dijahit. Jika jahitan ini tidak segera dilakukan setelah luka timbul, ada kemungkinan bakteri penyebab infeksi terperangkap di dalamnya. Akibatnya, akan terjadi bekas luka.
  3. Benda asing, seperti potongan kaca atau batu kerikil, masih melekat di kulit setelah dibersihkan.
  4. Luka menunjukkan gejala-gejala infeksi: Area tersebut memerah, hangat, dan terasa perih. Selain itu, Anda bisa melihat garis-garis kemerahan membujur dari area luka atau mengeluarkan nanah.
  5. Anak Anda demam.
  6. Anak sulit bergerak pada area terluka, yang menandakan kemungkinan terjadinya patah tulang atau terkilir.
  7. Perilaku anak berubah (menjadi lesu, tidak nafsu makan atau minum).

Beberapa produk pilihan:

  1. Antiseptik luka.  Antiseptik ini didesain khusus untuk anak-anak, sehingga tidak terasa perih saat dioleskan. Pas untuk pertolongan pertama dan bisa mencegah timbulnya infeksi pada luka. (Rp 10.500,-)
  2. Kompres mini. Kompres ini memiliki 2 fungsi, yakni sebagai kompres dingin (untuk meredakan demam dan bengkak) dan kompres panas (untuk meredakan nyeri otot). Plusnya, dilengkapi sarung pelindung. (Rp 22.000,-)
  3. Plester luka. Variasinya memang amat banyak. Bisa transparan, berwarna-warni, bermotif lucu, dan sebagainya. Plusnya, plester-plester ini elastis, kedap air, dan tidak melekat pada luka. Dijamin si kecil langsung lupa dengan sakitnya! (Hansaplast SilverCare Plastik Junior  Rp 7.300,-)