10 Pertanyaan di Minggu Pertama Kelahiran Bayi

10 Pertanyaan di Minggu  Pertama Kelahiran Bayi

Orangtua seringkali banyak dikhawatirkan oleh kondisi kesehatan bayi yang baru dilahirkan. Tidak semua pertanyaan itu bisa dijawab sendiri tapi kadang harus berkonsultasi ke dokter. Apa saja permasalahan yang muncul di minggu pertama kelahiran bayi?

Pertanyaan yang paling sering diajukan orangtua pada minggu pertama kelahiran bayi seperti dikutip dari WbMD, Senin (25/7/2011).

1. Bagaimana saya bisa melindungi bayi saya dari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)?
Cara terbaik untuk melindungi bayi dari SIDS adalah untuk selalu menempatkan dia tidur telentang. Tingkat kematian SIDS menurun secara signifikan sejak American Academy of Pediatrics meluncurkan kampanye ‘Back to Sleep’. Tanyakan kepada dokter mengenai langkah-langkah lain yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko tersebut.

2. Apakah bayi langsung mengenali saya, dan apa yang harus saya lakukan jika ia tidak mengenali?
Banyak orangtua khawatir jika mereka tidak mendapatkan perhatian pada pandangan pertama ketika bayi mereka baru saja lahir. Cobalah bersabar hingga ikatan itu mulai terbentuk. Pada permulaannya memang tidak mudah untuk Anda atau bayi Anda dan akan memakan waktu cukup lama untuk mengenal satu sama lain.

3. Kapankah bayi saya harus menjalani pemeriksaan fisik pertama setelah meninggalkan rumah sakit? Apa yang akan terjadi saat pemeriksaan pertama?
Kebanyakan dokter menjadwalkan pemeriksaan pertama pada usia 2 minggu, terutama untuk bayi pertama. Tanyakan tentang vaksin dan tes skrining awal yang akan diterima bayi Anda. Semua bayi yang baru lahir harus diperiksa dan mulai mendapat imunisasi rutin pada usia 2 bulan.

4. Bagaimanakah seharusnya merawat tali pusar bayi dan area sunat?
Dokter Anda dapat memberikan petunjuk rinci untuk merawat tali pusar bayi dan area sunat. Dokter juga dapat menyaranka apa yang harus diperhatikan mengenai infeksi.

5. Seberapa lama bayi saya akan tertidur, dan bagaimana saya bisa tahu jika ia tidur terlalu banyak?
Bayi yang baru lahir banyak tidur selama hari-hari awal mereka. Dokter Anda akan dapat memberitahu apa yang normal dan apakah Anda harus membangunkan bayi untuk memberi makan.

6. Seberapa sering bayi harus diberi makan, dan bagaimana saya mengatasi permasalahan menyusui?
Tanyakan dokter Anda atau staf rumah sakit untuk nama-nama konsultan laktasi sekadar berjaga-jaga apabila Anda memiliki masalah menyusui. Seorang konsultan ASI yang memenuhi persyaratan perawatan bayi baru lahir akan membantu Anda dan bayi Anda untuk memulai menyusui.

ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi yang baru lahir selama setidaknya enam bulan pertama kehidupannya. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI terus menerus setidaknya selama 12 bulan, dan setelah itu selama yang diinginkan ibu dan bayi. Manfaatnya adalah untuk melindungi bayi terhadap infeksi melalui transfer antibodi ibu yang tidak bisa dilakukan oleh susu formula.

7. Seberapa sering bayi pergi ke kamar mandi, dan bagaimana saya bisa tahu jika ada masalah?
Dokter dapat memberitahu Anda apa masalah yang harus diperhatikan.

8. Kapan dan seberapa sering saya harus memandikan bayi saya?

Tanyakan dokter ketika Anda harus memandikan bayi Anda untuk pertama kalinya dan tentang kebersihan dasar bayi. Jangan berlebihan, bayi baru lahir tidak memiliki kesempatan untuk menjadi sangat kotor. Mandi terlalu banyak dapat membuat iritasi kulit lembut.

9. Bagaimana saya bisa tahu apakah bayi saya mengalami ikterus (bayi kuning)? Apakah ada kondisi kesehatan lainnya yang harus diwaspadai?
Banyak bayi baru lahir mengalami ikterus ringan karena hati mereka tidak sepenuhnya berkembang. Tanyakan kepada dokter Anda tentang ikterus dan kondisi kesehatan bayi baru lahir.

10. Kapan saya harus menghubungi dokter?
Cari tahu apa gejala atau perilaku bayi yang Anda anggap tidak wajar lalu hubungi dokter.

(Sumber: http://www.detikhealth.com)

Iklan

Botol Susu Berbahaya…?!

Botol Susu, Berbahaya…?!

Beberapa waktu lalu aku mendapat email dan menanyakan mengenai bahaya botol susu bagi bayi. Deg, aku pernah dengar mengenai hal ini. Langsung teringat bahwa aku pernah mendapat email mengenai kode/numerisasi plastic/botol plastik dan bahayanya. Aku langsung cari² file lama mengenai hal ini. Semoga ketemu.

Dalam pembuatan plastrik terdiri dari material² dimana terdapat panduan untuk material plastic yang sering kita jumpai tersebut. Cobalah lihat nomor kode material plastic yang terdapat di dasar kemasan.

Berikut artikel yang aku ambil mengenai masalah perplastikan tersebut: Antisipasi kita sebagai pengguna material plastic harus dimulai dari memahami kodifikasi dan numerasi material yang biasanya tercantum pada bagian dasar kemasan plastic tersebut

Kode dan numerisasi:

    • PETE atau PET (polyethylene terephthalate)

      PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

        • HDPE (high density polyethylene)

          HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti PET, kode ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

            • PVC (polyvinyl chloride)

              PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

                • LDPE (Low density polyethylene)

                  LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

                    • PP (Polypropylene)

                      PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

                        • PS (Polystyrene)

                          PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

                            • OTHER (acrylonitrile butadiene styrene acrylic, polycarbonate, polylactic acid, nylon, fiberglass) Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga.

                              Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu BPA (Bisphenol-A) ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

                              Dampak / efek yang ditimbulkan oleh BPA untuk laki-laki adalah : penurunan produksi sperma , penambahan berat prostat dan kanker testis

                              Dampak / efek yang ditimbulkan untuk perempuan adalah : ketidaknormalan perkembangan endometrium yg dpt menyebabkan infertilitas serta meningkatkan resiko terkena kanker payudara

                              Dampak / efek yang ditimbulkan BPA untuk bayi adalah : dampak terbesar bagi anak-anak, bayi dalam kandungan, bayi baru lahir karena ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun dampaknya tidak langsung terlihat namun perlahan lahan pasti …..

                              Untuk menghindari dampak BPA pada si kecil:

                              1. Hindari penggunaan botol polycarbonat yg mengandung BPA, ganti dgn botol bebas BPA atau botol yang terbuat dari kaca / gelas
                              2. Bila mau menggunakan botol plastik, pilih botol yang menggunakan polypropylene / polyethylene yang tidak keras dan mengkilat
                              3. Cari tanda BPA FREE pd botol susu yang anda beli
                              4. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plalstik karena dapat memicu pelepasan BPA, sebaiknya gunakan wadah yg terbuat dari kaca atau keramik.
                              5. Cucilah botol dgn menggunakan spons yang halus agar tidak merusak lapisan plastiknya. Jangan sikat botol ya moms…
                              6. Belajar membaca kandungan plastik. Singkirkan produk plastik yg mengandung bahan2x seprti : DBP, DEP, DEHP, DMP.Gunakan polyethylene( #5), dan HINDARI polikarbonat (#7)
                              7. Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah TERGORES/RUSAK atau kusam
                              8. Berikan ASI langsung dari sumbernya. Dijamin 100% BPA-free
                              9. Jika si kecil sudah bisa menggenggam dan memegang, ajarkan dan biasakan minum dari gelas atau training cup yang aman material dasarnya.
                              10. Untuk menyuapi si kecil, mangkok makanan dari bahan yang aman, misalnya keramik, plastic BPA-free, atau melamin kualitas baik

                              Berikut informasi mengenai brand botol² BPA-Free (dapat dr beberapa web dan blog serta milis ):

                              1. Richell, terbuat dari PPSU alias Polyphenysulfone. Range volume 200 cc-260cc, range harga 128rb-134rb (@mivi babyshop, juli 2008). Kompatibel dengan nipple pigeon wide neck.

                              2. Playtex. Ini seperti yang dipakai Suri Cruise binti Tom Cruise, Bentuknya botol yang diisi plastik disposable. Boros, lumayan ngajak miskin juga kalo kurang dukungan finansial, apalagi kalo minumnya sufor yang harganya selangit

                              3. Green to Grow. Range volume 150 cc-300cc, range harga 105rb-125rb (mivi babyshop) comes in regular neck and wide neck. Kompatibel dengan nipple pigeon peristaltic

                              4. Chicco botol kaca

                              5. Medela. Botol ini kompatibel bila dipasangkan dengan dot dan ring dan cap dari pigeon. Comes in one size, 150 cc. Range harga 130rb-an per 3 botol. Sebetulnya menurutku lebih berfungsi sebagai botol penyimpan ASI, karena paketnya ga dilengkapi dengan nipple.

                              6. Born Free. Menurut info, botol dan training cups ini bisa dibeli di Children Store Pacific Place dan Senayan City. Range volume adalah 160 cc-300 cc, dan range harga adalah 115rb-125rb (juli 2008)

                              7. Pigeon Mag Mag

                              8. Pigeon botol kaca 120 cc

                              9. Pigeon botol plastic warna kekuning-kuningan

                              10. Puku Petit botol bersendok

                              11. Adiri. Cek di http://www.adiri.com . Botolnya lucu banget, warnanya atraktif, dan di-sounding secara ergonomi bagus untuk bayi. Volume 236 cc, harga 150rb

                              12. The First Year feeding set

                              Orang Jawa bilang, Ono rego, ono rupo (ada harga tinggi, ya ada barang bagus), jadi bila menginginkan barang yang baik dan berkwalitas ya harus berani bayar lebih mahal.

                              Jadi ingat iklan nich…”Buat anak kok coba²…” Buat buah hati kita yang tercinta kok hitung²an…. (he3x…)

                              Digigit Nyamuk


                              Digigit Nyamuk

                              Pasti bayi Anda akan merasa tidak nyaman setelah digigit nyamuk. Hati-hati, jangan sampai salah menanganinya.

                              Kasihan benar bayi yang digigit nyamuk. Selain kulitnya gatal, tidurnya pun jadi terganggu. Bila ia akhirnya menangis, Anda pasti bakal repot menenangkannya.

                              Gunakan bedak, tapi…

                              Umumnya, gigitan nyamuk tidak akan mencederai si kecil. Kecuali, bila yang menggigit adalah nyamuk penyebar penyakit, seperti Aedes aegypti dan Anopheles . Kedua nyamuk itu menyebabkan demam berdarah dan malaria.

                              Untuk menyiasati gigitan nyamuk tidaklah susah. Segera beri bedak pada bekas gigitan yang memerah. Sebaiknya, gunakan bedak yang mengandung senyawa mentol. Bedak ini akan memberi efek dingin, yang dapat mengurangi rasa gatal.

                              Perlu diingat, jangan terlalu banyak menggunakan bedak mentol. Cukup ditaburi di kulit yang digigit nyamuk saja. Bila bekas gigitan nyamuk banyak, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter. Kalau perlu, dokter akan memberinya obat antiradang.

                              Mencegah selalu lebih baik

                              Cegah nyamuk bertandang ke rumah Anda dengan selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan rumah. Misalnya saja, dengan tidak membiarkan air tergenang, dan menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Selain itu, lakukan juga:

                              • Pasang kelambu di atas boks bayi, atau menutup si kecil dengan penutup yang bentuknya mirip tudung saji yang sekelilingnya dilapisi kelambu.
                              • Selimuti tubuh si kecil. Bisa juga, kenakan baju berlengan panjang dan celana panjang.
                              • Ciptakan kamar tidur bayi yang bebas nyamuk dengan menggunakan:
                              • Obat anti nyamuk semprot (minimal satu jam sebelum bayi tidur).
                              • Obat anti nyamuk listrik (minimal 5 meter dari boks bayi).
                              • Pasang kawat anti nyamuk pada setiap ventilasi kamar maupun ruangan lainnya.

                              Setelah melakukan berbagai pencegahan, tetap pantau kondisi si kecil, karena bukan tak mungkin ada nyamuk yang “lolos” dari upaya Anda tersebut.

                              Hindari Ini!

                              • Lotion /krim anti nyamuk yang dioleskan pada tubuh bayi. Karena, bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi kulit bayi yang masih sensitif. Akibatnya, kulit si kecil jadi kering dan terasa perih.
                              • Minyak telon, minyak kayu putih, minyak tawon atau minyak jenis lain . Minyak tersebut umumnya memberikan efek hangat yang mungkin akan membuat si kecil malah semakin tidak nyaman.
                              • Obat nyamuk bakar . Selain menimbulkan risiko kebakaran, asapnya juga dapat mengganggu pernapasan.

                              Ditulis kembali oleh: happy

                              Sumber: Tidak diketahui


                              Bayi Butuh Vitamin K

                              Bayi Butuh Vitamin K

                              Bayi baru lahir membutuhkan vitamin ini untuk mencegah terjadinya perdarahan.

                              Vitamin yang satu ini memang kalah populer dibandingkan vitamin lain. Padahal, perannya amat penting, khususnya bagi bayi baru lahir. Kekurangan (defisiensi) vitamin K dapat menyebabkan terjadinya perdarahan.

                              Sayangnya, walau pemberian vitamin K ini sangat sederhana (melalui suntikan atau diminumkan), hal ini belum dilakukan oleh semua penolong persalinan. Padahal, jika perdarahan terjadi di otak, misalnya, maka bayi yang bersangkutan tak bisa tumbuh normal karena telanjur cacat.

                              Banyak sumber, tapi…

                              Vitamin K mampu membantu mengatasi perdarahan sebab ia berperan dalam proses penggumpalan darah (koagulation vitamin). Sampai saat ini, dikenal tiga bentuk vitamin K, yaitu:

                              1. Vitamin K 1 (phylloquinone) yang terdapat pada sayuran hijau.
                              2. Vitamin K 2 (menaquinone) yang disintesa oleh flora (keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan) di usus kita.
                              3. Vitamin K 3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik (tiruan dari yang terdapat di alam).

                              Mengapa bayi baru lahir berisiko mengalami mengalami kekurangan vitamin K? Perlu Anda tahu, dalam tubuh manusia terdapat sekitar 13 faktor yang membantu proses pembekuan darah (koagulan). Di antaranya adalah faktor koagulan II, VII, IX, dan X yang bergantung pada cukup atau tidaknya kadar vitamin K dalam tubuh.

                              Nah, ketika bayi baru lahir, secara fisiologis kadar faktor koagulan yang bergantung dari vitamin K itu menurun dengan cepat, dan mencapai titik terendah pada usia 48–72 jam. Kemudian, faktor itu akan bertambah secara perlahan selama beberapa minggu, tetapi masih tetap di bawah kadar yang dimiliki orang dewasa.

                              Salah satu sebab rendahnya kadar vitamin K pada bayi baru lahir adalah karena selama dalam rahim, plasenta biasanya tidak siap menghantarkan lemak dengan baik (padahal vitamin K larut dalam lemak). Selain itu, saluran cerna bayi baru lahir masih steril, sehingga tidak dapat menghasilkan vitamin K yang berasal dari flora di usus. Ditambah lagi, asupan vitamin K dari ASI pun biasanya rendah.

                              Waspadai gejalanya

                              Gangguan perdarahan akibat defisiensi vitamin K memang tak terlalu sering terlihat, karena datanya sering tidak tercatat. Tapi, bukan tak mungkin jika pada bayi yang tampaknya sehat, tiba-tiba muncul gejala yang mengkhawatirkan, antara lain:

                              1. Terjadi perdarahan pada tali pusat, hidung, mulut, telinga, saluran kemih atau anus.
                              2. Memar tanpa sebab (bukan karena terantuk benda).
                              3. Tinja atau muntah berwarna kehitaman.
                              4. Terjadi perdarahan pada bekas pengambilan darah sampai lebih dari 6 menit, padahal bagian tersebut sudah ditekan.
                              5. Jika terjadi perdarahan di otak, bayi tampak pucat, menangis melengking, muntah-muntah, pandangan mata kosong, demam, ubun-ubun tampak menonjol, kadang tampak kuning, akhirnya diikuti dengan kejang.

                              Angka kematian pada mereka yang terkena gangguan perdarahan akibat defisiensi vitamin K ini sekitar 10-50%, sementara angka kecacatan adalah 30-50%. Itu sebabnya, semua bayi baru lahir harus mendapat tambahan vitamin K.

                              sumber: unknow

                              JADWAL IMUNISASI (VAKSINASI)


                              Memberikan suntikan imunisasi pada bayi anda tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi anda. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi anda untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian tanggung jawab anda sebagai orang tua.  Imunisasi (atau “vaksinasi”) diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak.  Imunisasi biasanya diberikan selama waktu pemeriksaan rutin ke dokter atau klinik.

                              Imunisasi yang diwajibkan

                              Vaksinasi

                              Jadwal pemberian-usia

                              Booster/Ulangan

                              Imunisasi untuk melawan

                              BCG

                              Waktu lahir

                              Tuberkulosis

                              Hepatitis B

                              Waktulahir-dosis I

                              1bulan-dosis 2

                              6bulan-dosis 3

                              1 tahun– pada bayi yang lahir dari ibu dengan hep B.

                              Hepatitis B

                              DPT dan Polio

                              3 bulan-dosis1

                              4 bulan-dosis2

                              5 bulan-dosis3

                              18bulan-booster1

                              6tahun-booster 2

                              12tahun-booster3

                              Dipteria, pertusis, tetanus, dan polio

                              campak

                              9 bulan

                              Campak

                              Imunisasi yang dianjurkan:

                              Vaksinasi

                              Jadwal pemberian-usia

                              Booster/Ulangan

                              Imunisasi untuk melawan

                              MMR

                              1-2 tahun

                              12 tahun

                              Measles, meningitis, rubella

                              Hib

                              3bulan-dosis 1

                              4bulan-dosis 2

                              5bulan-dosis 3

                              18 bulan

                              Hemophilus influenza tipe B

                              Hepatitis A

                              12-18bulan

                              Hepatitis A

                              Cacar air

                              12-18bulan

                              Cacar air

                              Yang harus diperhatikan, tanyakan dahulu dengan dokter anda sebelum imunisasi jika bayi anda sedang sakit yang disertai panas; menderita kejang-kejang sebelumnya ; atau menderita penyakit system saraf.

                              Imunisasi adalah suatu prosedur rutin yang akan menjaga kesehatan anak anda.  Kebanyakan dari imunisasi ini adalah untuk memberi perlindungan menyeluruh terhadap  penyakit-penyakit yang berbahaya dan sering terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan seorang anak.  Walaupun pengalaman sewaktu mendapatkan vaksinasi tidak menyenangkan untuk bayi anda (karena biasanya akan mendapatkan suntikan), tapi rasa sakit yang sementara akibat suntikan ini adalah untuk kesehatan anak dalam jangka waktu panjang.

                              Sumber: InfoIbu

                              Makanan Pendamping ASI


                              MAKANAN bayi yang utama adalah air susu ibu (ASI) karena ASI mengandung hampir semua zat gizi dengan komposisi sesuai kebutuhan bayi tetapi kecukupan komposisinya hanya sampai usia empat bulan.

                              Cadangan vitamin dan mineral dalam tubuh bayi yang didapat dari ibu semasa dalam kandungan dan selama usia tiga bulan sejak lahir sudah mulai menurun, sedangkan dari ASI kandungan vitamin A dan C serta zat besi sudah tidak begitu tinggi. Karena itu sejak usia empat bulan sudah perlu diberikan makanan tambahan yang mengandung vitamin dan mineral, selain tetap memberikan ASI.

                              Pada usia empat bulan pencernaan bayi mulai kuat. Pemberian makanan pendamping ASI harus setelah usia empat bulan, karena jika diberikan terlalu dini akan menurunkan konsumsi ASI dan bayi mengalami gangguan pencernaan atau bisa diare. Sebaliknya bila makanan pendamping diberikan terlambat akan mengakibatkan anak kurang gizi bila terjadi dalam waktu panjang.

                              Makanan tambahan

                              Makanan tambahan pada bayi usia empat bulan pertama-tama adalah buah-buahan yang dihaluskan. APisang, pilih yang masak pohon dari jenis pisang ambon, pisang kepok, atau pisang raja. Pemberiannya dengan dikerok memakai sendok kecil. Bertahap hari pertama diberikan 3 sendok makan, kemudian selanjutnya bisa ditambah.

                              Pepaya, dipilih yang masak dan dagingnya berwarna merah jingga, disaring atau di-blender halus. Jeruk dipilih jeruk manis atau jeruk baby yang rasanya manis, diperas. Jambu biji diambil dagingnya tanpa kulit, di-blender halus. Semua diberikan memakai sendok kecil.

                              Selain buah dan ASI, bisa dimulai pemberian bubur susu. Bubur susu bisa dibuat dari tepung beras, tepung maizena, dan tepung kacang hijau.

                              Membuat bubur susu, bila memakai susu bubuk pakailah 25 gram dicairkan dengan 200 ml air menjadi susu cair; 20 gram tepung beras; dan 10 gram gula pasir.

                              Panaskan susu sebagian untuk mencairkan tepung. Setelah susu mendidih masukkan campuran susu tepung, aduk sampai mengental dan mendidih, masukkan gula pasir, aduk, angkat, dinginkan. Setelah dingin suapkan pada bayi dengan sendok kecil.

                              PASI atau pengganti ASI diberikan berupa susu formula yang sesuai umur atau cocok dengan bayi, artinya susu yang bayi tersebut bisa menerima. Bila dengan susu formula anak tidak mau menerima sebaiknya diganti dan akan lebih baik sesuai petunjuk dokter anak.

                              Bila dengan susu formula anak ada keluhan diare dan sebagainya perlu petunjuk dokter apakah bayi menderita intoleransi laktosa sehingga perlu diganti dengan susu kedele.

                              Kendala dalam pemberian susu botol dimulai dari botol susunya sendiri yang lebih sulit membersihkannya dan mudah tercemar bakteri ataupun kuman penyakit. Susu botol tidak mengandung zat kekebalan tubuh karena itu bayi/anak sering menderita sakit terutama diare. Dan, susu botol harganya mahal karena diproses dari susu sapi.

                              Bila ibu tidak bisa memberi ASI, upayakan memilih susu yang sesuai. Kebersihan botol susu harus dijaga dengan mensteril atau merebus dulu sebelum dipakai.

                              Susu harus diberikan dengan kekentalan sesuai aturan dan jumlahnya sesuai umur. Bila susu terlalu kental bayi akan cepat haus. Pemberian susu yang kekentalan terus-menerus dan berlebihan akan membuat bayi kegemukan. Ini akan dibawa sampai besar. Kebanyakan susu juga akan mengganggu nafsu makan sehingga makanan tidak dihabiskan.

                              Perlakuan salah pada pemberian makanan pendamping

                              Memberikan makanan pralaktat sebelum ASI keluar. Makanan pralaktat adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, madu, pisang, yang sudah diberikan pada bayi baru lahir.

                              Membuang kolostrum. Masih banyak ibu-ibu yang tidak memanfaatkan optimal ASI-nya sehingga ASI yang dikonsumsi tidak cukup. Kombinasi pemberian ASI dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dalam kualitas dan kuantitas dapat menyebabkan bayi menderita kurang gizi.

                              Penggunaan hanya satu payudara. Menyusui hanya dari satu payudara berarti tidak memanfaatkan ASI secara optimal sehingga ASI yang dikonsumsi tidak cukup. Kombinasi pemberian ASI dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dalam kualitas dan kuantitas dapat menyebabkan bayi menderita kurang gizi.

                              Pemberian makanan pendamping terlalu dini atau terlambat. Pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini menurunkan konsumsi ASI dan menimbulkan gangguan pencernaan/ diare. Sedang bila terlambat bisa menyebabkan bayi kurang gizi.

                              Cara pemberian

                              Cara pemberian makanan pendamping, pertama, berikan dalam bentuk cair dan bertahap menjadi lebih kental. Kedua, bila bayi tidak mau jangan dipaksa tetapi bisa diganti jenis lainnya dan pada kesempatan lain bisa diulang pemberiannya.

                              Ketiga, jangan memberikan makanan pendamping dekat dengan waktu menyusui.

                              Keempat, berikan makanan pendamping yang bervariasi supaya tidak bosan sekaligus memperkenalkan aneka jenis bahan makanan.

                              Kecukupan makanan bayi usia empat bulan

                              Pagi : ASI/PASI
                              Pukul 09.00 : Bubur susu
                              Pukul 11.00 : ASI/PASI
                              Pukul 13.00 : ASI/PASI
                              Pukul 15.00 : Buah/sari buah
                              Pukul 18.0 : ASI/PASI
                              Pukul 21.00 : ASI/PASI
                              Tengah malam bila bayi bangun : ASI/PASI

                              Awas, Jamur di Kulit Bayi

                              Walau tidak berakibat fatal, infeksi jamur ini sebaiknya segera diatasi. Sebab, kesehatan dan kebersihan tubuh bayi Anda jadi taruhannya.

                              Sebenarnya, infeksi jamur pada kulit bisa dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal usia. Meski begitu, bayi biasanya relatif lebih rentan terinfeksi jamur ketimbang orang dewasa. Ini antara lain karena kulit bayi, terutama yang lahir kurang bulan (prematur), lebih tipis. Nggak heran kalau masih kurang kuat melindungi tubuh.

                              Bisa karena bakat

                              Timbulnya infeksi jamur ini bukan tanpa gejala. “Biasanya, gejala yang timbul berbeda-beda, tergantung pada lokasi terjadinya infeksi dan jamur penyebabnya. Misalnya, gejala infeksi jamur yang menyerang kepala tentu saja lain dengan yang menyerang kaki,” kata dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK, Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia , FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta .

                              Bahkan, dr. Titi melanjutkan, karena jamur yang jadi biang keladi infeksi beda-beda, maka gejala infeksi yang menyerang kepala si kecil bisa saja beberapa macam. Untuk gampangnya, jenis jamur yang sering menginfeksi kulit dapat dikelompokkan menjadi tiga (lihat boks “Kenali Jenis Jamurnya”).

                              Yang menarik adalah, faktor kerentanan bawaan atau bakat perlu pula jadi perhatian. Bukan apa-apa. Ada bayi/anak yang lebih mudah terinfeksi jamur ketimbang teman sebayanya. Para ahli menduga, ini ada hubungannya dengan jenis keringat si kecil. Mungkin saja, keringatnya lebih berlemak sehingga mudah kena infeksi kulit seperti panu.

                              Beda usia, beda gangguan

                              Yang pasti, infeksi jamur yang terjadi pada bayi dan anak tidak sama. Mana yang lebih sering menyerang bayi? Umumnya sih, infeksi jamur jenis candida. “Hanya saja, ini merupakan infeksi sekunder. Jadi, infeksi pada lipatan paha dan bokong si kecil timbul karena sebelumnya sudah ada eksim popok yang berlangsung agak lama. Sampai lebih dari 3 hari!

                              Eksim popok adalah radang kulit pada daerah yang tertutup popok, serta ditandai dengan ruam, gelembung atau lecet dan biasanya amat gatal. Nah, kulit yang lembap dan peradangan (kerusakan jaringan) akan mempermudah terjadinya infeksi jamur,” tutur dr. Titi.

                              Pada anak yang lebih besar, infeksi jamur jenis ini banyak terjadi pada anak yang bertubuh gemuk. Selain banyak lipatan di ketiak atau paha, si kecil kan sering berkeringat. Makanya, kulitnya sering lembap. “Bila anak tinggal di negara beriklim tropis (panas dan lembap), seperti Indonesia, wah.. penyakit kulitnya akan tumbuh dengan subur,” sambungnya.

                              Basmi dulu jamurnya

                              Penanganan infeksi jamur kulit memang tergantung pada penyebabnya. Cuma saja, jika ada ruam (bintil-bintil merah) pada kulit bayi, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter. Yang penting, Anda harus tahu dulu penyebab gangguan kulit si kecil. Gara-gara jamur atau bukan?

                              Bila si kecil hanya terkena eksim popok, biasanya dokter tidak perlu memberi obat antijamur. Kalaupun penyebab gangguannya benar-benar jamur, harus dicari tahu dulu jenisnya. “Penampakan infeksi suatu jamur kadang-kadang mirip dengan infeksi jamur lain. Jadi, penanganannya harus ekstra hati-hati. Jika sampai obatnya salah, penyakit si kecil tidak akan sembuh-sembuh,” ujar dr. Titi.

                              Dokter Titi mengingatkan, untuk mencegah agar penyakit kulit bayi Anda tidak kambuh lagi, faktor pendukungnya harus diperhatikan (lihat boks “Agar Tidak Kambuh Lagi” ).

                              Hati-hati, infeksi bisa meluas

                              Memang, infeksi jamur yang dibiarkan berlarut-larut tidak akan berakibat fatal pada si kecil. Infeksinya bisa meluas. Kalau sudah begini, proses penanganan bayi butuh biaya lebih banyak dan waktu yang lebih lama. “Padahal, normalnya, infeksi jamur candida sembuh dalam waktu seminggu. Tentu saja, ini ada syaratnya, yakni asal faktor-faktor pendukungnya diperhatikan,” ujar dr. Titi.

                              Bagaimana infeksi jamur lainnya? Umumnya, butuh waktu penanganan yang lebih lama lagi. Minimal 2 minggu.