Allianz Syariah (AlliSya Care)

Allianz Syariah – AlliSya Care

Perlindungan Asuransi Kesehatan Syariah yang memenuhi Kebutuhan Anda dan Keluarga.

Anda mungkin pernah merasakan bagaiman tidak nyamannya menderita sakit, terlebih lagi apabila harus dirawat di rumah sakit, ditambah lagi dengan biaya rumah sakit yang terus meningkat. Untuk mengatasi biaya yang tidak terduga ini, Kami, Allianz menciptakan program asuransi kesehatan Syariah Allianz Care.

Program asuransi kesehatan Syariah Allianz Care memberikan penggantian biaya perawatan apabila seseorang menderita suatu penyakit ataupun mengalami kecelakaan, termasuk juga program kasuransi kesehatan untuk melahirkan.

Keunggulan program Syariah Allianz Care:

  1. Dikelola scara syariah dimana para peserta akan saling tolong menolong melalui premi yang dibayarkan untuk menghadapi suatu peristiwa yang tidak diharapkan.
  2. Pembagian Surplus Underwriting, tersedia bagi Anda bila tidak terjadi klaim, dimana surplus underwriting ini diambil dari dana tabarru yang terkumpul dan dibagikan kepada para peserta.
  3. Pilihan untuk Rawat Inap, Rawat Jalan, Rawat Gigi bahkan Persalinan.
  4. Adanya pilihan dalam system pembayaran klaim Reimbursement atau system Cashless (menggunakan kartu di Rumah Sakit jaringan Allianz-AdMedika).
  5. Diskon Premi 5%, apabila Anda mengikutsertakan anggota keluarga Anda.
  6. Adanya tambahan Santunan Harian untuk rawat Inap, jika dibutuhkan.
  7. Tidak ada batasan tahunan.

Manfaat tambahan:

Jasa layanan Bantuan Medis International, antara lain:

  • Evakuasi Darurat sampai dengan USD 500.000,-
  • Pemulangan jenasah (Repatriasi) sampai dengan USD 15.ooo,-
  • Biaya pemulihan kesehatan sampai dengan USD 1.000,-
  • Bantuan Medis dan Informasi 24 jam diseluruh dunia serta manfaat-manfaat lainnya.

Hal-hal yang perlu diketahui:

Peserta

Siapapun yang telah berusia 15 hari sampai dengan 60 tahun (>60 tahun – 70 tahun hanya untuk perpan jangan polis).

Cara mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Untuk program Rawat inap dan Melahirkan, Anda dapat menggunakan fasilitas Cashless (tidak perlu membayar dahulu) di Rumah Sakit Jaringan Allianz-AdMedika (sesuai yang tercantum di polis)dengan menunjukkan kartu peserta dan Allianz akan membayarkan dahulu biaya pelayanan kesehatan yang terjadi sesuai manfaat asuransi yang menjadi HAK peserta . Bila terjadi selisih biaya diluar manfaat asuransi Peserta, maka Peserta harus melakukan pembayaran selisih biay tersebutdi Rumah Sakit.

Untuk seua program, Anda dapat bebas memilih Rumah Sakit atau Klinik manapun dan melakukan pelayanan kesehatan dengan membayar terlebih dahulu dan kemudian mengajukan klaim dengan system reimbursement.

Surplus Underwriting

Bila selama tahun polis, tidak pernah ada klaim dan Anda melakukan perpanjangan polis, maka Anda berhak atas pembagian Surplus Underwriting dari dana tabarru yang terkumpul dengan ketentuan;

–          Jumlah minimum Surplus underwriting Rp. 50.000,- akan menjadi factor diskon premi perpanjangan polis.

–          Jumlah Surplus Underwriting dibawah Rp. 50.000,- akan diakumulasikan ke dalam dana tabarru.

Family Diskon

Anda dapat mengikut sertakan anggota keluarga Anda dalam program ini seperti suami/istri, anak & orang tua. Dengan mengikut sertakan anggota keluarga, Anda berhak mendapatkan Diskon Premi 5%.

Masa Tunggu

Dalam AlliSya Care, TIDAK ADA masa tunggu untuk mendapatkan perawatan, kecuali untuk program Kehamilan, Persalinan dan Nifas.

Membayar premi

Pembayaran premi asuransi dapat dilakukan dengan transfer bank, tunai/cek atau debet kartu kredit.

Cara mengajukan Klaim

Mintalah kepada dokter yang merawat Anda untuk mengisi dan menandatangani Formulir klaim, lampirkan dengan kwitansi asli serta semua dokumen penunjang lainnya. Kirimkan ke Allianz dalam waktu 30 hari setelah pelayanan kesehatan. Allianz akan membayar klaim Anda dalam waktu 14 hari kerja sejak semua dokumen lengkap diterima Allianz.

Kurang Jujur

Jika Anda kurang jujur dengan tidak menyebutkan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, maka Allianz berhak untuk tidak membayar klaim yang Anda ajukan sehubungan dengan penyakit tersebut.

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Customer Care Department

Telp.      : (021) 3000 3488

Fax.        : (021) 3000 3400

Email     : Health.Customer@Allianz.co.id

Website: www.allianz.co.id

——————–

Anda Tertarik?

Jika Anda tertarik untuk mendapat informasi yang lebih jelas mengenai produk Asuransi kami, silakan hubungi:

(allianzbhakti@yahoo.com)

Permohonan Ilustrasi Allianz

Iklan

Vaksin Bukan Hanya untuk Bayi dan Anak

Selama ini kita tahu bahwa bayi dan anak perlu mendapat vaksin. Tetapi akhir-akhir ini ternyata bukan hanya bayi saja. Orang dewasa dan orang tua juga perlu mendapat vaksin untuk melindunginya terhadap beberapa penyakit.

Ternyata bukan hanya anak yang harus mendapat vaksin.

Ternyata orang dewasa juga rentan terhadap berbagai penyakit. Bahkan orang tua lebih rentan lagi. Bagi kita yang mempunyai anak, sudah merupakan hal biasa bahwa kalau ayah mendapat flu dari luar, pasti deh seluruh rumah tertular flu. Selain itu orang tua juga sering jajan di luar, yang sangat mungkin mengandung kuman penyakit. Walaupun mereka tidak sakit, tetapi kuman dapat terbawa ke rumah.

Belum lagi kalau kepala keluarga terserang sakit, pemasukan jadi terganggu, pengeluaran meningkat, karier terganggu, aktivitas keluarga terganggu.

Dengan demikian, vaksinasi sebenarnya disarankan untuk semua anggota keluarga, termasuk pengasuh bayi, tukang masak, pembantu rumah tangga, sopir antar jemput.

Jenis imunisasi untuk dewasa

  • Demam Tifoid, menular lewat makanan
  • Hepatitis A, menular melalui makanan
  • Hepatitis B, menular melalui luka yang terbuka dan darah
  • Tetanus, terutama kalau mengalami luka yang dalam.
  • Influenza, ditularkan melalui udara. Untuk semua orang, perlu diulang setiap tahun.
  • Pneumokokus, melalui udara. Terutama untuk orang tua lebih dari 65 tahun

Imunisasi bagi pelancong

Untuk orang dewasa dan anak yang bepergian ke luar negeri, atau yang sering bepergian ke negara tertentu juga perlu vaksin khusus.

  1. Vaksin kolera, bagi mereka yang sering bepergian ke negara-negara Asia, Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian Oseania
  2. Yellow fever (demam kuning), bagi mereka yang sering bepergian ke Afrika Selatan, Amerika Selatan.
  3. Demam tifoid, bagi mereka yang sering bepergian ke Asia Selatan (India dan sekitarnya), Asia Tenggara, Afrika, Oseania, Amerika Tengah dan Selatan, Eropa Selatan, Papua New Guinea.
  4. Japanese encephalitis, perlu buat mereka yang bepergian ke Bangladesh, Kamboja, Cina, Korea, Laos, Malysia, Nepal, Filipina, Rusia, Singapura, Srilanka, Thailand, Taiwan, Vietnam.
  5. Rabies, bagi mereka yang ke Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan.
  6. Meningokokus, bagi mereka yang hendak ke Saudi Arabia, Sudan, Gambia, Sahara, Brazil, India Utara, Mongolia, Nepal.


Jadi, tidak ada alasan bagi orang dewasa untuk tidak menjalani imunisasi, bukan? Sudah saatnya melakukan investasi kesehatan jangka panjang.

Sumber: http://www.anakku.net

Tingkat Pemberian ASI Eksklusif Baru 40%

Tingkat pemberian air susu ibu atau ASI eksklusif hingga usia bayi enam bulan di Bantul baru mencapai 40 persen. Hal itu berdampak pada lonjakan angka kematian bayi. Tahun ini pemerintah setempat bertekad menggalakkan program ASI melalui kegiatan kampanye dan sosialisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Kamis (5/2) di kantornya, mengatakan, kesadaran ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya masih tergolong rendah. Idealnya bayi menerima ASI hingga usia dua tahun, tetapi bila tidak memungkinkan maka minimalnya diberikan secara eksklusif pada enam bulan pertama.

Dia mengatakan, ada beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pemberian ASI. Pertama, ASI dari si ibu memang tidak bisa keluar. Kedua, si ibu tidak mau repot dan memilih menggunakan susu formula, dan terakhir karena faktor ketidaktahuan si ibu akan manfaat ASI.

“Tahun ini kampanye pemberian ASI kami gencarkan. Berbagai bentuk spanduk dan baliho sudah kami pasang di lokasi-lokasi strategis. Kegiatan sosialisasi melalui posyandu dan puskesmas juga ditingkatkan,” katanya.

Menurut Zaenab, pemberian ASI bisa meningkatkan daya tahan bayi. Bayi yang menerima ASI akan lebih kebal terhadap serangan penyakit. Oleh karenanya, ASI sangat penting untuk menekan angka kematian bayi.

Sepanjang tahun 2008, angka kematian bayi di Bantul tercatat 170 orang atau naik sekitar 55 persen dari tahun 2007. Sebagian besar karena gagal napas saat proses lahir, berat bayi lahir rendah yakni kurang dari 2,5 kilogram, dan kelainan bawaan.
(Eny Prihtiyani)

Kompas,5 Pebruari 2009

KENALI WARNA DAN BENTUK FESES BAYI

Frekuensi yang sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai bila warnanya putih atau disertai darah. Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Sebelum kita menjadi cemas, berikut penjelasan dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi.

WARNA

Umumnya, warna-warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan. Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.

Kuning
Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Kata Waldi, warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. “Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang).” Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus. Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

Hijau
Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. “Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak.” Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah. Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. “Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning.” Nah, kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik). Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. “Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.” Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah terlanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja. Waldi menyarankan, “Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk.” Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.

Merah
Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. “Jadi, tinggal dites saja, asalnya dari mana? Dari darah ibu atau darah bayi.” Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi, bayi harus segera dioperasi. “Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, kan, belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor.” Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

Putih/Keabu-abuan
Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. “Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah ‘lampu merah’.” Waldi menegaskan, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan enundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya. “Yang sering terjadi, ibu terlambat membawa bayinya. Dipikirnya tinja ini nantinya akan berubah. Padahal kalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia.”

BENTUK

Feses bayi di dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Makanya bayi yang mengonsumsi susu formula, kadang suka bebelan (susah buang air besar, Red), sedangkan yang mendapat ASI tidak. Bila bayi yang sudah minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai. “Bisa jadi si bayi slergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu itu tercemar bakteri yang mengganggu usus.” Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI tau susu formula. “Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi. Ia harus segera dibawa ke dokter.

FREKUENSI

Masalah frekuensi sering mencemaskan ibu, karena frekuensi BAB bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kalau ibu mungkin sehari cuma sekali, jadi kalau anaknya sampai lima kali sehari, ini sudah membuat cemas.” Padahal frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. “Itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Enggak masalah, selama pertumbuhannya bagus.” Bayi yang minum ASI eksklusif, sebaliknya bisa saja tidak BAB selama dua sampai empat hari. Bahkan bisa tujuh hari sekali. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan berat badan bayi. “Jadi yang penting lihat pertumbuhannya, apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus. Kalau tiga hari belum BAB, dan bayinya anteng-anteng saja, mungkin memang belum waktunya BAB.”

Sumber : Ayahbunda – Online


Atasi Sinusitis dengan Herba Berkhasiat Obat

Atasi Sinusitis dengan Herba Berkhasiat Obat

Sinusitis adalah istilah kedokteran untuk infeksi sinus, yaitu rongga yang berisi udara yang letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung.

Ada beberapa jenis sinus, yaitu:

– Sinus frontalis yang terletak di dahi

– Sinus maksilaris terletak di dalam tulang pipi

– Sinus etmoid terletak di belakang batang hidung di sudut mata

– Sinus sfenoid terletak di belakang sinus etmoid

Setiap sinus tersebut berhubungan dengan hidung untuk pertukaran udara dan sekresi (ingus). Hidung dan sinus dilapisi selaput lendir yang berhubungan satu sama lain.

Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung.

Sinus yang sehat berisi udara, selain adanya sekresi dari selaput lendirnya. Apabila aliran ke dalam hidung terhambat maka sekresinya menumpuk dan terperangkap bersama udara di dalam sinus dan menekan dinding sinus yang bertulang sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Sinusitis dapat terjadi secara akut, subakut, kronis, alergis atau hiperplastiks. Gejala sinusitis bervariasi tergantung pada tipe infeksinya. Gejala umumnya berupa hidung tersumbat dan adanya cairan ingus dari belakang hidung yang menetes ke hulu kerongkongan. Pada sinus alergi gejala utamanya adalah bersin-bersin, pengeluaran cairan terhambat, hidung terasa panas dan gatal. Infeksi sinus alergi berhubungan dengan alergi rhinitis (radang selaput lendir hidung).

Pada infeksi sinus akut gejala utamanya selain hidung tersumbat juga diikuti ingusan sesudah 24 – 48 jam dan akhirnya mengeluarkan cairan nasal disertai nanah. Gejala lainnya yaitu badan terasa sakit, sakit tenggorokan dan pusing. Pada infeksi sinus sub akut gejalanya yaitu hidung tersumbat, tidak enak pada wajah, lelah, dan pengeluaran cairan nasal yang disertai nanah yang akan berakhir lebih dari 3 minggu setelah infeksi akut berakhir. Infeksi sinus kronis gejalanya serupa dengan infeksi sinus akut, kecuali pada infeksi kronis dapat menyebabkan keluarnya cairan dari hidung secara terus menerus dan disertai nanah. Pada infeksi sinus hiperplastik menyebabkan hidung tersumbat secara kronis dan sakit kepala.

Nyeri pada sinusitis juga tergantung pada letak sinus yang sakit. Nyeri di dahi merupakan gejala khas sinusitis frontalis. Nyeri pada rahang atas dan gigi merupakan gejala infeksi sinus maksilaris. Infeksi sinus etmoid menimbulkan rasa nyeri di antara kedua mata, rasa nyeri kalau pinggiran hidung disentuh, hidung tersumbat dan tidak dapat mencium. Gejala sinusitis lainnya adalah nafas berbau tidak sedap

Sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan alergi berkepanjangan. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu binatang, serbuk sari bunga, dan lain-lain menimbulkan reaksi alergi dan pembengkakan yang dapat berpengaruh atas timbulnya serangan sinusitis.

Meskipun sinusitis tidak dapat dicegah tetapi agar sinusitis tidak menjadi kronis, maka infeksi virus dan bakteri harus dihindari dengan meningkatkan daya tahan tubuh misalnya istirahat dan gizi yang cukup serta olahraga yang teratur. Hindari juga alergen seperti debu, asap rokok dan polusi lain serta obat-obatan dan jenis makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi. Jenis alergennya harus diketahui agar reaksi selanjutnya dapat dihindari atau dikurangi. Menyelam dan berenang juga harus dihindari karena air dapat masuk ke dalam sinus sehingga menimbulkan sumbatan atau infeksi.

Pengobatan sinusitis bertujuan untuk menghilangkan penyumbatan, mengeringkan cairan sinus hidung, serta menghilangkan infeksi dan rasa nyeri. Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi sinusitis mempunyai efek antara lain sebagai antiradang atau anti-infeksi, menghilangkan nyeri, mengurangi sumbatan lendir dan melancarkan pernafasan.

Berikut beberapa tumbuhan obat yang dapat digunakan :

  • SAMBILOTO (Andrographis paniculata )

Efek : antiradang, anti-infeksi, meredakan nyeri (analgetik)

Cara pemakaian : 9-15 gram sambiloto kering direbus, diminum airnya. Untuk pemakaian luar dihaluskan lalu airnya diteteskan pada hidung.

  • LIDAH BUAYA ( Aloe vera )

Efek: antiradang, menghilangkan nyeri.

Cara pemakaian : daun dikupas kulitnya, direbus, diminum. Untuk pemakaian luar diteteskan pada hidung.

  • JAHE ( Zingiber officinale )

Efek : pedas, hangat, melapangkan saluran nafas (mengurangi penyumbatan lendir), antiradang.

  • SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens Back.)

Efek : antiradang, melancarkan sirkulasi

  • BAWANG PUTIH ( Allium sativum)

Efek : antibiotik, menstimulasi sistem imun, melancarkan sirkulasi.

  • KUNYIT (Curcuma longa L.)

Efek : menghilangkan sumbatan, antibakteri dan antiradang.

  • SEREH ( Andropogon citratus)

Efek: melancarkan sirkulasi meridian dan darah, antiradang, menghilangkan rasa sakit.

  • KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ram.)

Efek : penurun panas, antibiotik, antiradang, menurunkan tekanan darah dan membersihkan darah

Berikut beberapa resep herbal yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi sinusitis:

Pemakaian Luar :

Resep 1.

Daun sambiloto segar dicuci bersih dan dihaluskan dan disaring airnya lalu diteteskan pada lubang hidung sebanyak 3 tetes. Lakukan 2-3 kali sehari secara teratur.

Resep 2.

Daun lidah buaya secukupnya di kupas kulitnya kemudian di jus. Teteskan jus lidah buaya ke dalam lubang hidung sebanyak 2 tetes. Lakukan 2-3 kali sehari secara teratur.

Pemakaian dalam:

Resep 1.

10-15 gram sambiloto kering + 20 gram kunyit + 20 gram jahe + 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

Resep 2.

15 gram pegagan kering + 15 gram ceplukan kering + 7-10 lembar daun sambung nyawa + 10 gram bunga krisan kering, direbus dengan 600 cc hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

Catatan :

pilih salah satu resep dan lakukan 2 kali sehari secara teratur. Ampasnya dapat diulang untuk 1 kali perebusan lagi.

Gunakan periuk tanah, panci enamel atau panci kaca untuk perebusan, jangan menggunakan panci dari bahan logam.

Untuk keluhan serius tetap konsultasi ke dokter.

Sumber: Hembing

APEL Penghilang Batu Empedu

APEL Penghilang Batu Empedu

oleh Dr Lai Chiu-Nan


Ini telah berhasil bagi banyak orang.  Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain.

Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.  “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama”  kata Dr.Chiu-Nan.

“Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita  mengandung  batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :

  1. Selama limahari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
  2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.

Jam 6  petang, telanlah satu  sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??)  dengan segelas air hangat.

Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.

Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk  melancarkan keluarnya batu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut Dr. Chiu-Nan. “Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun  Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

Selamat Mencoba.


Coxsackie, Virus Penyerang Balita

Coxsackie, Virus Penyerang Balita

Jangankan mengunyah makanan, untuk minum pun, mulut pedih sekali! Ya, itulah salah satu gejala penyakit mulut, kaki dan tangan (MKT). Repotnya, penyakit ini amat mudah menular.

Karena tak terlalu membahayakan, penyakit ini memang sering terlewatkan begitu saja. Apalagi, gejalanya juga tak terlalu istimewa. Dan, entah mengapa, jumlah penderita penyakit ini biasanya meningkat pada musim pancaroba.

Cirinya: bintil-bintil berair

Umumnya, anak yang kurang sehat akan rewel, mogok makan dan minum, serta tubuh agak sumang (suhu tubuh agak naik). Namun, bila rewelnya berlanjut dengan bertambah sulitnya si kecil makan plus mulutnya sakit sampai keluar air liur (untuk menelan air liur saja perih, apalagi minum), maka Anda perlu ekstra hati-hati. Bisa jadi, si kecil bukan menderita sariawan biasa.

Menurut Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), staf pengajar dari Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, “Coba lihat, apakah ada bintil-bintil berisi air dalam mulut si kecil dan sebagian di antaranya mungkin sudah pecah. Kalau ada, ini adalah salah satu gejala dari penyakit MKT.”

Memang, bintil-bintil berisi cairan merupakan salah satu gejala khas dari penyakit MKT atau hand, foot and mouth disease (HFMD) . Tapi jangan samakan ini dengan penyakit kuku dan mulut pada binatang ternak. Biar namanya mirip, tapi penyakit ini sama sekali berbeda dengan penyakit kuku dan mulut pada sapi misalnya!

Di Indonesia, kebanyakan virus penyebab penyakit MKT termasuk enterovirus yang dikenal sebagai virus coxsackie A16 atau enterovirus 71. Virus coxsackie adalah sejenis enterovirus yang hidup di usus halus. “Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, biasanya penyakit ini akan sembuh sendiri dalam waktu 5–7 hari,” kata Prof. Sri.

Sekalipun begitu, ini bukan berarti Anda tak harus waspada. Sebab, bisa saja virus yang menyebabkan penyakit ini berbeda serotipe. Menurut National Center of Infectious Disease , Amerika Serikat, virus coxsackie yang masih sekeluarga dengan virus polio ini sangat mudah bermutasi alias berubah bentuk jadi serotipe yang berbeda.

Jangan sampai komplikasi

Sekalipun orang dewasa bisa juga tertular, penyakit MKT ini lebih sering tampak pada anak-anak di bawah usia 10 tahun, termasuk pula bayi.

Masalahnya, jika bintil berair itu ada di mulut si kecil, bisa dibayangkan betapa perihnya mulut yang tampaknya seperti sariawan itu. Untuk mengurangi rasa sakit tersebut, umumnya dokter memberi obat oles mulut, semacam obat untuk sariawan. Antibiotika tidak diperlukan, kecuali ada tambahan infeksi bakteri.

“Juga, karena mulutnya perih, orang tua sangat khawatir karena anaknya tidak mau makan dan minum,” jelas Prof. Sri Rezeki. Makanya, anak yang dirawat umumnya hanya diberi cairan infus sebagai pengganti makanan yang dibutuhkan tubuh. Uniknya, si kecil biasanya tidak kelihatan seperti anak sakit. Tak heran, kalau selama dalam perawatan, ia bisa mondar-mandir di kamar sambil membawa infus yang menempel di lengan.

Yang pasti, penyakit MKT ini jarang membahayakan penderitanya, kecuali kalau ada komplikasi. Walau begitu, kalau anak masih saja demam, mengantuk, lemas dan tidak bergairah, segeralah bawa ke dokter. Bisa jadi telah terjadi komplikasi. Kalau dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan virus bisa sampai ke jaringan otak dan menyebabkan ensefalitis (radang jaringan otak).

Kalau ini yang terjadi, akibatnya bisa fatal. Inilah yang dialami oleh murid sekolah dasar di Malaysia tahun 1997. Dari ratusan murid sekolah yang harus dirawat di rumah sakit, 26 orang di antaranya meninggal. Waktu itu, sekolah sampai harus diliburkan selama seminggu. “Jika penyebab penyakit MKT ringan, sekolah tak perlu diliburkan kok,” lanjutnya.

Jaga kebersihan

Yang benar-benar perlu diwaspadai adalah, penyakit ini sangat mudah menular. Proses penularannya bisa dari cairan yang keluar dari bintil-bintil di mulut, kaki dan tangan, bisa juga dari kotoran (tinja) si kecil. “Anak yang terkena MKT (dengan bintil-bintil di tangan yang baru pecah) memegang mainan, lalu mainan itu dipegang oleh temannya. Dari sini, jelaslah bahwa si teman anak sudah tertular,” ujar Prof. Sri.

Juga, karena menahan rasa sakit di mulut, anak-anak yang masih kecil tak jarang meneteskan air liur. Nah, air liur itu bisa saja menetes pada bajunya. Jika baju yang basah itu kemudian dipegang oleh orang lain, ya ikut-ikutan tertular juga.

Bagaimana penularan via kotoran? Gampang juga. Dari kotoran yang menempel pada diaper yang tak langsung dibuang, atau tangan pengasuh yang kurang bersih dicuci setelah membersihkan kotoran bayi. “Tangan yang sudah tertempel virus itu berpotensi menularkan penyakit pada orang lain. Apalagi, bila ia harus pula menyediakan makanan atau memegang makanan,” ujarnya lagi. Apa jalan keluarnya?

Jika bayi Anda terkena MKT, sebaiknya diaper yang kotor terkena tinja langsung dibuang dan dimusnahkan. Apalagi, virus yang tersimpan dalam tinja bisa bertahan lama. Juga, si pengasuh harus lebih memperhatikan kebersihan tangannya.

Lalu, jangan dikira jika si kecil yang sudah sembuh serta bintil berisi cairan di mulut dan tangan sudah hilang, tidak mungkin menularkan MKT lagi! Sekalipun sudah lewat 2 minggu, Anda harus tetap waspada. Tinja si kecil masih bisa menularkan virus itu.